Alhamdulillah..
kupuji Dia yang Serba Tahu, yang Esa lagi Mahakuasa, yang Suci dan
Baqi, pemilik tujuh petala langit dan bumi, yang kepada-Nya semua berasal dan
pasti kembali. la nuhshi tsana'an 'alayhi. huwa kama atsna 'ala nafsihi.
Kemudian kupanjatkan doa pada Rabb semesta alam, semoga damai
selalu tercurah kehariban baginda para nabi, Muhammad saw.
Sudah waktunya menulis, ilmu bukan hanya untuk dikumpulkan,
ia baru bermanfaat kalau disebarkan. Menulis, ya menulis untuk khalayak luas,
bukan membuat makalah sekedar untuk memenuhi tugas kuliah, untuk forum diskusi
mahasiswa, atau untuk jurnal ilmiah khusus.
Kendati bukan satu-satunya jalan, menulis dapat mengejawantahkan
eksistensi pelakunya. Dengan menulis orang sekaligus berekspresi, berkomunikasi
dan yang paling penting meninggalkan jejak pikiran untuk masa yang tak
terhingga. Wer liest, weiβ. Wer schreibt, bleibt, kata pribahasa Jerman. Siapa membaca
akan mengetahui, dan siapa menulis tak akan mati.
Tulisan tidak hanya merekam dan menyimpan, ia juga mengajar dan
memengaruhi, mengajak dan membujuk, bersuara dan berbicara. Sejak dulu para
ulama sangat produktif menulis, hingga sekarang kita masih bisa menikmati
karya-karya para 'ulama salaf walaupun mereka telah berpulang ke rahmatullah.
Dalam http://nasrullohar.blogspot.com/
insyaAllah saya akan memberikan berbagai tulisan baik itu berupa artikel atau
essay dari para cendekiawan muslim, yang saya rasa karyanya perlu
disebarluaskan untuk memperkaya khazanah keilmuan kita.
Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus
belajar dan belajar hingga kita menjadi ruh bagi umat yang sangat membutuhkan
bimbingan.
Wal-'Llahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar